10 Mahasiswa PSIK UGM mengikuti program Summer Course di Ramathibodi School of Nursing, Thailand


Universitas Gadjah Mada, sebagai pelopor perguruan tinggi global menyelenggarakan pendidikan dalam rangka mempersiapkan lulusan yang kompeten secara internasional. Hal ini diwujudkan dalam berbagai kegiatan yang mendukung mahasiswa, staf, serta tenaga pendidik untuk memperluas khasanah keilmuan dari negara yang lebih maju. Sejalan dengan hal ini, Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran UGM telah menawarkan student elective program to Ramathibodi School of Nursing, Mahidol University, Thailand sejak 2015 lalu.


            Program elektif ini diselenggarakan selama dua pekan, dengan Mahidol University, Thailand sebagai host kegiatan. Tahun ini, UGM membalas kunjungan Ramathibodi pada 30 Juli sampai dengan 12 Agustus 2017. 10 Mahasiswa yang terdiri atas 9 mahasiswa angkatan 2014, serta 1 mahasiswa angkatan 2013 terpilih dari sejumlah pendaftar yang lolos seleksi.


Kegiatan Student Elective Program to Ramathibodi School of Nursing dilaksanakan bersamaan dengan kehadiran 3 Mahasiswi dari National Taiwan University, 4 Mahasiswa dari Taipei Medical University, 8 Mahasiswa dari Tsu Zhi Taiwan University, serta 4 Mahasiswi dari Saint Luke University, Tokyo, Japan. Selain bersama mahasiswa dari negara lain, mahasiswa asal Thailand juga turut serta mendampingi selama kegiatan.


Selama program berlangsung, adapun aktivitas-aktivitas yang diikuti oleh mahasiswa diantaranya pembelajaran dalam kelas, kunjungan, serta aktivitas pertukaran budaya dan wisata. Kegiatan berlangsung sangat interaktif dengan seluruh peserta berpartisipasi aktif selama program berlangsung.


Pada pembelajaran dalam kelas dengan dosen memberikan kuliah mengenai topik topik diantaranya Situasi HIV di Thailand, Sistem Kesehatan Global, serta Penanganan Kasus Gawat Darurat. Metode pembelajaran ini pun tidak terbatas pada penyampaian satu arah, melainkan juga diisi dengan aktivitas diskusi, presentasi, dan simulasi. Tim gawat darurat Ramathibodi Hospital pun sempat dihadirkan di tengah kelas untuk memberikan materi kegawatdaruratan.


Aktivitas berikutnya merupakan kunjungan. Kunjungan dilakukan ke beberapa tempat dan fasilitas pendukung pendidikan, serta pelayanan kesehatan. Kunjungan ke Laboratorium Keterampilan di Ramathibodi  School of Nursing baik di kampus Bangkok maupun Salaya. Kunjungan ini memperkenalkan fasilitas pembelajaran untuk simulasi keterampilan klinis. Kunjungan berikutnya adalah ke Laryngectomy Self Help Group. Grup ini adalah sebuah kelompok pasien pasca laryngectomy. Grup ini mendukung pasien satu sama lain untuk tetap positif menjalani hidup. Di hari lain program, peserta mengunjungi Bangsal Bedah di Ramathibodi Hospital diikuti kunjungan ke Departemen Gawat Darurat. Pada departemen ini mahasiswa mempelajari pengelolaan ambulans, ambulans motor, serta sistem rujukan.


Pada Senin, 7 Agustus 2017 mahasiswa mengunjungi Thai Traditional and Integrative Medicine Hospital. Rumah sakit ini mengintegrasikan konsep kedokteran modern dengan pengobatan lokal yang menggunakan rempah rempah serta metode tradisional. Hari berikutnya, mahasiswa dipandu untuk berkunjung ke Mercy Center. Mercy Center adalah fasilitas milik pemerintah yang diinisiasi oleh Mercy Group Foundation untuk memberikan pelayanan bagi anak anak terlantar dan penderita HIV/AIDS di Thailand.


Aktivitas lainnya tidak kalah mengagumkan, mahasiswa mengunjungi Bangkok School for The Blind. Sebuah fasilitas yang dibangun untuk memberikan pendidikan bagi penyandang disabilitas tunanetra untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran yang adekuat. Kunjungan terakhir dilakukan ke Maha Sawat Health Promoting Hospital. Rumah sakit ini dibangun secara khusus untuk menyelenggarakan upaya kesehatan promotif dan preventif.


Selain menjalani program pendidikan, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk berwisata dan bertukar kebudayaan. Wisata yang difasilitasi pada program ini adalah mengunjungi Ananta Samakhom Throne Hall, atau disebut dengan The Bangkok Art of The Kingdom Museum. Bangunan ini memamerkan berbagai produk seni asal Thailand baik berupa kerajinan tangan, hingga arsitektur. Aktivitas berikutnya adalah pertukaran kebudayaan. Aktivitas yang tidak terlalu formal ini dilakukan dengan mempresentasikan dan menunjukkan kekayaan budaya masing masing negara. Mahasiswa PSIK UGM menyajikan sebuah tarian medley nusantara. DS