Delegasi Magister Keperawatan UGM Mengikuti Sakura Science Program di Jepang

Pemerintah Jepang, khususnya di Kochi Perfecture Pulau Shikoku, melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesiapan menghadapi bencana gempa bumi nankai (gempa bumi yang mengakibatkan tsunami). Nankai diperkirakan akan melanda Kochi sewaktu-waktu. Sakura Science Program (SSP) dilaksanakan sebagai bukti nyata kerjasama University of Kochi (Kochi Kenritsu Daigaku) dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Program ini diinisiasi oleh Professor Sakiko Kanbara dan melibatkan tim DNGL (Disaster Nursing Global Leader) dari school of nursing University of Kochi.


Program ini terlaksana atas hibah dari kementerian riset dan teknologi Jepang dan dilaksanakan pada tanggal 2 - 12 Maret 2017. Empat orang mahasiswa Program Magister Keperawatan UGM (Eka Wahyuningrum, Dewi Caesaria Fitriani, Meining Issuryanti, Puspita Ekarini) didelegasikan untuk mengikuti kegiatan ini bersama dengan empat perawat delegasi dari Nepal.


Tim DNGL mengenalkan berbagai upaya manajemen bencana yang dilakukan profesi keperawatan. Upaya manajemen bencana yang dikenalkan antara lain, DMAT (Disaster Medical Assitance Team), Triage Emergency Training, Training for Local Nurse, Workshop Vulnerable and Disability People in Disaster Preparedness etc.

Dalam program ini, peserta SSP berkesempatan mengikuti workshop tentang vulnerable and disability population yang memiliki kebutuhan khusus dan memerlukan perhatian lebih dalam persiapan menghadapi bencana. Workshop ini melibatkan vulnerable and disability population, pemerintah daerah setempat, perawat dan media untuk menemukan solusi mengenai masalah yang dihadapi populasi ini ketika bencana terjadi. Keikutsertaan pemerintah daerah setempat diharapkan dapat membantu pengambilan kebijakan yang tepat dan solutif untuk semua pihak terhadap masalah yang terjadi.

Kegiatan lain berupa kunjungan ke Kochi Nursing Association,  Kochi health science center, using TV Conference System dengan University of Hyogo dan beberapa lecture dari professor dalam tim DNGL seperti Disaster Nursing Activity, Introduction to Disaster Nursing Support, participate the educational program for Disaster Community Support by Kochi Nursing Association etc.

Persiapan menghadapi bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Integrasi dari berbagai sektor diperlukan dalam penanggulangan masalah bencana. Mahasiswa University of Kochi juga berperan serta secara aktif dalam disaster preparedness. Banyak kegiatan mahasiswa yang dilakukan diluar jadwal kuliah bertujuan untuk membangun hubungan saling percaya antara mahasiswa dengan penduduk setempat. Kegiatan tersebut seperti memberikan pelayanan sosial kepada kelompok lansia, pemeriksaan kesehatan, promosi kesehatan pada acara – acara festival dan lain – lain.

Indonesia merupakan negara yang rawan mengalami bencana, sehingga disaster nursing menjadi satu pilihan antisipasi yang bisa dilakukan perawat. Kesadaran masyarakat juga elemen penting yang perlu ditumbuhkan dalam penanggulangan bencana. Pelaksanaan penanggulangan bencana tidak bisa hanya dilakukan oleh profesi keperawatan, diperlukan juga keterlibatan dari berbagai pihak seperti institusi perguruan tinggi, lembaga – lembaga sosial, masyarakat dan pemerintah yang bersama – sama berkolaborasi dalam visi yang sama untuk penanggulangan bencana.