Tim FK UGM Borong Juara Kompetisi Ilmiah Kesehatan Nasional

Delegasi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil memborong juara dalam kompetisi ilmiah kesehatan tingkat nasional. Tim FK UGM sukses menyabet tiga juara dalam lomba Scientific Atmosphere (SA) ke-10 dan dua penghargaan dalam Bali Health Student Conference (BHSC) yang diselenggarakan di Universitas Udayana, Bali pada 16-19 Februari 2017.

Dalam kompetisi SA, delegasi UGM meraih juara 1 kategori video edukasi publik yang diusung tim Departemen Keperawatan, yaitu Arif Abdur Rohman, Evita Dwi Nastiti, dan Rasyid Herlambang Wicaksono. Lalu juara 2 video edukasi publik diraih tim yang terdiri dari Annisa Nurul PS, Kamila Muyasarah, dan Avina Alawya dari Departemen Pendidikan Dokter. Kemudian juara 1 kategori poster publik diperoleh tim Putri Raudina Alifah dan Annisa Nurul PS dari Departemen Pendidikan Dokter.

Selanjutnya, dari ajang BHSC delegasi UGM berhasil meraih dua penghargaan, yaitu best abstract dan runner up oral presentation cabang klinis. Kedua penghargaan itu diraih oleh tim beranggotakan Rahmadani Puji Lestari dan Patria Aditya Arimukti dari Departemen Pendidikan Dokter.

Arif Abdur Rohman menyampaikan kompetisi SA dan BHSC yang mengangkat tema kesehatan reproduksi ini diikuti tidak kurang dari 250 tim  dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi terbagi dalam dua babak, yakni penyisihan dan final. Pada babak penyisihan para peserta diminta untuk mengirimkan video maupun karya tulis ilmiah. Kemudian, 55 karya terbaik, yaitu  35 tim kompetisi SA dan 20 tim kompetisi BHSC dipilih untuk maju ke final untuk mempresentasikan karyanya.

“Ada 5 tim dari UGM yang lolos ke final dan 4 diantaranya berhasil membawa pulang juara,” katanya, Jum’at (24/2) di FK UGM.

Lebih lanjut dijelaskan Arif, dalam kompetisi itu timnya mengajukan video edukasi terkait kanker serviks. Melalui video itu mereka berusaha mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran deteksi dini kanker serviks. Selain itu, menghindari dan mencegah faktor risikonya melalui “6 S”, yaitu stop merokok, siap usia nikah, setia pada pasangan, sadar KB, selalu cek kesehatan, serta suntik vaksin HPV.

“Kanker serviks merupakan penyakit kanker terbanyak kedua setelah kanker payudara yang banyak menyerang perempuan Indonesia,” ujarnya.

Melalui video ini, Arif berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan kanker lewat deteksi dini. Disamping itu, juga untuk menjalani pola hidup bersih dan sehat. Ditambahkan Arif, edukasi kanker serviks juga menjadi tema yang diusung oleh tim UGM dan meraih juara 2 kategori video.

Sedangkan dari kategori poster, tim UGM mengajukan  poster edukasi dalam upaya perlindungan anak-anak dari kejahatan seksual melalui metodi TEDI. Metode TEDI ini berupa Terapkan kemandirian pada anak, Edukasi seksual sesuai usia anak, Dekap erat dan berikan kasih sayang serta perhatian yang cukup, Ingatkan anak untuk selalu waspada menjaga diri.

Sementara itu, dari kompetisi BHSC tim UGM berhasil menyabet dua penghargaan dengan mengajukan karya tulis berjudul “Hubungan Faktor-faktor Nongenetik dengan Kejadian Alergi Obat Nevirapine pada Penderita HIV”.

Arief mengaku bangga atas prestasi yang diraih delegasi UGM dalam kompetisi kali ini. Usaha dan kerja keras tim UGM dapat membuahkan hasil yang maksimal.

“Bersyukur sekali delegasi FK UGM mampu menyumbangkan sejumlah prestasi yang membanggakan UGM. Harapannya capaian ini bisa semakin memotivasi kami untuk terus berprestasi di berbagai kompetisi lainnya,” pungkasnya. (Humas UGM/Ika)

sumber: Website UGM