Mahasiswa UGM Mengenalkan 1000 HPK dengan Kalender Pintar Bayi Sehat

Pemenuhan asupan gizi anak, khususnya pada periode emas atau 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sangat penting karena akan memengaruhi pertumbuhan serta perkembangan mental dan kecerdasannya. Kekurangan asupan gizi dapat berdampak pada gangguan perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik dan metabolisme dalam tubuh, bahkan kematian dini.
 
Beberapa tahun yang lalu pemerintah menginisiasi Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dalam Rangka 1000 Hari Pertama Kehidupan, sebagai salah satu upaya untuk mengatasi persoalan gizi pada anak. Namun, hingga saat ini pemahaman masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi pada periode ini masih kurang.
 
“Gerakan 1000 HPK tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi perlu keterlibatan seluruh komponen masyarakat,” ujar Kadek Dewi Cahyani, mahasiswa Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran UGM, Senin (6/6).
 
Bersama 4 orang temannya, Vania Elysia Septiani (Ilmu Keperawatan), Lucia Kusuma Ningrum (Ilmu Gizi), Ni Made Dian Anderiani (Kimia) dan Dimas Agung Pradipta (Kimia), ia mencetuskan sebuah ide inovatif untuk mensosialisasikan pengetahuan mengenai 1000 Hari Pertama Kehidupan.
 
“Kami berinovasi untuk mengemas materi 1000 HPK dalam bentuk kalender. Penyampaian berupa kalender lebih mudah dipahami karena sifatnya singkat dan lugas,” imbuhnya.
 
Kalender Pintar Bayi Sehat (KAPAS) 1000 HPK ini memuat konten pemenuhan gizi anak sejak dalam kandungan sampai seorang anak berusia dua tahun, atau pada 270 hari kehamilan serta 730 hari kehidupan pertama bayi. Konten yang dimuat mencakup  pengetahuan umum mengenai 1000 HPK, tips menyusui, serta pemenuhan asupan gizi pada setiap periode.
 
Tidak sekadar memberikan kalender, para mahasiswa juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Menurut Kadek sosialisasi Program KAPAS 1000 HPK telah mereka lakukan kepada kader posyandu dan para ibu di Desa Hargotirto, Kulon Progo dalam 3 tahap. Tahap pertama adalah identifikasi masalah, yaitu tim melakukan diskusi mengenai program 1000 HPK kepada para kader posyandu. Pada tahap kedua, diadakan pemberian materi mengenai perawatan anak kepada para kader serta ibu hamil oleh Anik Rustianingsih, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.An selaku Dosen Ilmu Keperawatan UGM. Tahap yang ketiga adalah pemberian materi sosialisasi gizi oleh Aviria Ermamilia, S.Gz, M.Gizi selaku dosen Gizi Kesehatan UGM, serta kajian mengenai gizi dan  peningkatan motivasi ibu dalam pemberian ASI dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Yogyakarta.
 
“Sebelum produk kalender diberikan ke masyakat, kami melakukan sosialisasi terlebih dahulu untuk mengedukasi masyarakat mengenai 1000 HPK, agar tidak membingungkan masyarakat ketika menggunakan kalender nantinya. Masyarakat pun antusias setiap mengikuti tahap kegiatan,” tambah Kadek.
 
Di waktu mendatang, para mahasiswa ini akan terus mengembangkan produk kalender mereka agar dapat memuat materi yang lebih lengkap dan dapat dimanfaatkan secara luas.
 
“Kami ingin bekerja sama dengan pihak terkait, terutama Dinas Kesehatan, untuk mematangkan materi yang terdapat dalam kalender. Selain itu, kedepannya kami berharap KAPAS 1000 HPK dapat dikomersialkan lebih luas sehingga kemanfaatannya di masyarakat bisa jauh lebih maksimal” tutup Lucia. (Humas UGM/Gloria)

Sumber: Website UGM